Wednesday, June 25, 2014

Video Game untuk Anak, Baikkah? (Artikel 3, Cyberwork)



Video game, selain dapat menjadi hiburan bagi anak-anak maupun dewasa, tentu dapat pula menjadi salah satu cara mengisi liburan. Apalagi saat ini sudah begitu banyak macam game yang tersedia dalam berbagai console. Di satu sisi memang video game dapat menghibur dan dapat pula mengandung unsur edukasi. Tapi bila terlalu sering dan tidak terkendali, tentu ini dapat berdampak negatif dan berbahaya, baik bagi kesehatan maupun kejiwaan. Kok bisa?

Anak-anak bermain game biasanya karena ingin mencoba sesuatu yang baru dan untuk mendapat hiburan dan menghilangkan stres akibat tugas sekolah atau karena suatu masalah. Boleh saja, refreshing atau sejenak bermain. Yang dikhawatirkan adalah bila ini menjadi kan si anak ketagihan dan jadi tidak teratur.  Terlalu sering bemain game akan mempengaruhi kepribadian dari anak itu sendiri, karena anak-anak cenderung menyerap dan meniru segala sesuatu yang dilihatnya sehingga mempengaruhi perkembangan pola pikir dan perilakunya. Padahal, saat ini juga banyak game yang dimainkan oleh anak-anak mengandung kekerasan, semisal game tarung (fighting) dan perang tembak-tembakan (war/shooting).  Dampak dari permainan ini bisa membentuk anak menjadi agresif, ingin tahu tentang segala sesuatu yang dilarang, serta memiliki kelakuan yang kadang sulit diterima masyarakat. Karakter dari suatu game dapat dengan mudah dikendalikan melalui joystick atau keyboard (pada game PC) untuk memukul, menyerang, atau membunuh musuh dalam alur cerita game tersebut, sama halnya musuh dapat secara otomatis menyerang karakter pemain. Anak cenderung akan kesal atau marah bila karakter jagoan mereka kalah atau terbunuh. Hal ini, selain memicu sifat agresif sang anak juga dapat mempengaruhi emosi, contohnya bila karakter pemain ‘mati’ karena diserang musuh. Bisa saja anak-anak menirukan apa yang dilihatnya dalam game tersebut dalam kehidupan nyata, jadi tidak heran jika banyak kekerasan yang timbul pada anak-anak sekolah dasar.



Selain dampak psikologis, ada pula masalah kesehatan yang timbul karena terlalu sering main game, yaitu postur tubuh yang bungkuk atau bengkok akibat posisi duduk yang tidak beraturan, atau terlalu lama duduk dengan melipat kaki (bersila) yang menyebabkan gangguan pertumbuhan kaki. Bermain game setiap hari dengan waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan pada sendi-sendi atau iritasi kulit. Masalah lain juga bisa muncul seperti merusak penglihatan anak, hal ini karena bermain terlalu lama dengan jarak mata dan monitor yang terlalu dekat atau bisa juga karena ruangan yang gelap dan gambar yang berubah dengan cepat. Serta bisa menyebabkan seorang anak mengalami obesitas akibat kurangnya aktivitas di luar dan hanya duduk depan layar saja.
Anak-anak boleh saja bermain game, asalkan waktunya dibatasi dan hal yang terpenting adalah pemilihan game yang tepat untuk anak-anak. Serta orangtua harus tegas dalam menentukan waktu bermain game bagi anaknya.Ini bukan untuk membatasi kesenangan anak, melainkan demi mencegah dampak-dampak negatif dari apa yang mereka sukai.


Artikel ini dibuat untuk Media Merbabu, namun belum dipublikasikan.

No comments:

Post a Comment