Video game, selain dapat menjadi hiburan
bagi anak-anak maupun dewasa, tentu dapat pula menjadi salah satu cara mengisi
liburan. Apalagi saat ini sudah begitu banyak macam game yang tersedia dalam berbagai console. Di satu sisi memang video
game dapat menghibur dan dapat pula mengandung unsur edukasi. Tapi bila
terlalu sering dan tidak terkendali, tentu ini dapat berdampak negatif dan
berbahaya, baik bagi kesehatan maupun kejiwaan. Kok bisa?
Anak-anak bermain game biasanya karena ingin mencoba sesuatu yang baru dan untuk mendapat hiburan dan menghilangkan stres akibat tugas sekolah
atau karena suatu masalah. Boleh saja, refreshing atau sejenak bermain.
Yang dikhawatirkan adalah bila ini menjadi kan si anak ketagihan dan jadi tidak
teratur. Terlalu sering bemain game akan
mempengaruhi kepribadian dari anak itu sendiri, karena anak-anak cenderung
menyerap dan meniru segala sesuatu yang dilihatnya sehingga mempengaruhi perkembangan
pola pikir dan perilakunya.
Padahal, saat ini juga banyak game yang dimainkan oleh anak-anak
mengandung kekerasan, semisal game tarung (fighting) dan perang tembak-tembakan (war/shooting). Dampak dari permainan ini bisa membentuk anak menjadi agresif, ingin tahu tentang segala sesuatu yang dilarang, serta memiliki
kelakuan yang kadang sulit diterima masyarakat. Karakter dari suatu game dapat dengan mudah dikendalikan
melalui joystick atau keyboard (pada game PC) untuk memukul, menyerang, atau membunuh musuh dalam alur
cerita game tersebut, sama halnya
musuh dapat secara otomatis menyerang karakter pemain. Anak cenderung akan
kesal atau marah bila karakter jagoan mereka kalah atau terbunuh. Hal ini,
selain memicu sifat agresif sang anak juga dapat mempengaruhi emosi, contohnya
bila karakter pemain ‘mati’ karena diserang musuh. Bisa saja anak-anak menirukan apa yang dilihatnya
dalam game tersebut dalam kehidupan nyata, jadi tidak heran
jika banyak kekerasan yang timbul pada anak-anak sekolah dasar.
Selain dampak psikologis, ada pula masalah kesehatan yang timbul
karena terlalu sering main game, yaitu postur tubuh
yang bungkuk atau bengkok akibat posisi duduk yang tidak beraturan, atau
terlalu lama duduk dengan melipat kaki (bersila)
yang menyebabkan gangguan pertumbuhan kaki. Bermain game setiap hari dengan waktu
yang lama bisa menyebabkan kerusakan pada sendi-sendi atau iritasi kulit.
Masalah lain juga bisa muncul
seperti merusak penglihatan anak, hal ini karena bermain terlalu lama dengan
jarak mata dan monitor yang terlalu dekat atau bisa juga karena ruangan yang
gelap dan gambar yang berubah dengan cepat. Serta bisa menyebabkan seorang anak
mengalami obesitas akibat kurangnya aktivitas di luar dan hanya duduk depan
layar saja.
Anak-anak
boleh saja bermain game, asalkan waktunya dibatasi dan hal
yang terpenting adalah pemilihan game
yang tepat untuk anak-anak. Serta orangtua harus tegas dalam menentukan waktu
bermain game bagi anaknya.Ini
bukan untuk membatasi kesenangan anak, melainkan demi mencegah dampak-dampak
negatif dari apa yang mereka sukai.
Artikel ini dibuat untuk Media Merbabu, namun belum dipublikasikan.


